SD Negeri Warungdowo I dalam memeriahkan HUT RI ke-69 mengadakan lomba-lomba bagi siswa-siswi.
Pada hari Sabtu, tanggal 30 Agustus 2014.
Sebelum lomba-lomba di mulai di awali dengan Senam SKJ bersama Siswa dan Guru.
Untuk Kelas I dan II mengikuti lomba Kelereng dan Memasukkan Pensil :
Untuk Kelas III dan IV mengikuti lomba balap karung dan makan kerupuk :
Untuk Kelas V dan VI mengikuri lomba Joget Balon Punggung, Balap Balon Di Kempit dan Menangkap Belut :
Jl. Raya Warungdowo Kec. Pohjentrek Kab. Pasuruan NPSN : 20519265 NSS : 101051917004 TELP : 0343 425 332
Jumat, 29 Agustus 2014
Minggu, 29 Juni 2014
Prestasi Tahun Pelajaran 2013/2014
Di Tahun Pelajaran 2013/2014 Siswa Siswi SD Negeri Warungdowo I Kec. Pohjentrek Kab. Pasuruan memperoleh beberapa Prestasi lomba yang diikuti baik Bidang Akademik maupun Non Akademik.
Berikut ini daftar prestasi yang di raih selama Tahun Pelajaran 2013/2014 yang diraih anak-anak kita :
N0
|
Nama Lomba
|
Tingkat / Penyelenggara
|
Peringkat
|
Nama Siswa
|
Kelas
|
1
|
Kejuaraan
Karate antar DOJO INKANAS-JATIM
|
Universitas Widyagama Malang III
|
1
|
Raey Vangga
|
4
|
2
|
Lomba
Bercerita Bagi Siswa-Siswi SD/MI Kab. Pasuruan
|
Kantor Perpustakaan dan Arsip Kab.
Pasuruan
|
4
|
Salsabilah Nuralifia
|
5
|
3
|
Lomba Pencak
Silat Putri Pra Remaja
|
Infitasi
IPSNO Pagar Nusa Kab.Pasuruan
|
2
|
Fatimatus Sa’diyah
|
6
|
3
|
Lomba
MIPA
|
UPT Dinas Pendidikan Kec.
Pohjentrek
|
2
|
Aliatul Masuda
|
5
|
4
|
Lomba
Olimpiade Saind dan Matematika (OSAMA) se-Kota/Kab. Pasuruan
|
Lembaga Bimbingan Belajar SSC
|
2
|
Aliatul Masuda
|
5
|
5
|
Lomba
Olimpiade Saind dan Matematika (OSAMA) se-Kota/Kab. Pasuruan
|
Lembaga Bimbingan Belajar SSC
|
3
|
M. Ja’ffar Sodiqi
|
5
|
6
|
Lomba
Tantangan Pramuka Penggalang se Kota/Kab. Pasuruan
|
SMA Negeri 1 Kejayan
|
4
|
Regu Beruang, Regu anggrek SDN
Warungdowo I
|
5
|
7
|
Lomba
Catur
|
O2SN Kab. Pasuruan
|
3
|
Dewi Nadiyah
|
5
|
8
|
Lomba
Menyanyi Tunggal
|
Lomba Kab. Pasuruan
|
Harapan 1
|
Dewi Nafis
|
4
|
9
|
Try
Out Umum SD Kota Pasuruan
|
Pusat Bimbingan Belajar Ganesha
Operation
|
7
|
Alitatul Masuda
|
5
|
10
|
Lomba
Kader Tiwi Sada
|
Tim Pembina UKS Kab. Pasuruan
|
3
|
Salsabila Nuralifia I.
|
5
|
Untuk melayani secara maksimal
kepada semua pihak, baik Orang Tua wali murid, Masyarakat, Stake holder yang
terkait dengan lembaga pada
Tahun Pelajaran : 2013/2014 telah dilakukan upaya antara lain :
- Melayani
penyeberangan/membantu menyeberangkan siswa,
- Membantu/menjadi
tuan rumah pelaksanaan lomba Tenis Meja PERWOSI Kabupaten Pasuruan yang
dihadiri oleh ibu Bupati Pasuruan.
- Membantu/menjadi
tuan rumah lomba Kreatifitas Tingkat Kabupten Pasuruan yang dilaksanakan
Bidang PAUDNI Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan.
Ruang lain kurang memenuhi syarat perlu perhatian dan
telah di upayakan kerjasama kesemua
pihak
Dengan
penuh HARAPAN dan ridho dari Allah SWT
kami penyelenggaran pendidikan di SDN Warungdowo 1 mohon
bantuan dari semua pemangku pendidikan khususnya yang berkepentingan dengan SDN
Warungdowo 1 untuk bisa bekerjasama mewujudkan keinginan yang kami harapkan.
Secara
khusus dalam pelaksanaan kegiatan hari kami ucapkan banyak terima kasih atas
dukungan dan bantuan dari semua pihak yang tidak bisa kami sebutkan satu
persatu, semoga apa yang diberikan
dijadikan amalan yang di terima dan dicatat oleh Allah SWT sebagai amalan yang
baik.
Dengan motto “Kesuksesan Berawal
dari Kemauan dan Kesungguhan Hati”. Kami berharap agar nantinya anak kami
yang lulus dari Warungdowo 1 adalah anak yang taqwa kepada
Allah SWT, cerdas, berkualitas, berbudaya dan berdaya guna, beraklaq mulia,
serta tangguh dan peka terhadap perubahan”
Sabtu, 07 Juni 2014
Pelatihan Kurikulum 2013 Bagi Guru Sasaran SD
Pelatihan Kurikulum 2013 bagi Guru Sasaran SD kelas 1 gelombang 2 Tahun Anggaran 2014.
Pelatihan Kurikulum 2013 bagi Guru Sasaran kelas 1 gelombang 2 Tahun Anggaran 2014 yang dilaksanakan di TPK SDN Warungdowo I Kec. Pohjentrek dilaksanakan pada tanggal 06 s/d 10 Juni 2014.
Peserta dalam pelatihan tersebut sejumlah 40 Guru Sasasaran SD yang berada di Kec. Pohjentrek dan Kec. Gondangwetan.
Pada hari ke-5 Bapak Kepala Dinas Pendidikan Kab. Pasuruan Bapak Drs. H. Iswahyudi, M.Pd meninjau Pelatihan Kurikulum 2013 Bagi Guru Sasaran SD Kelas 1 di SDN Warungdowo I.
Jadwal tahap berikutnya sebagai berikut di TPK SDN Warungdowo I :
- Tahap 1 Gel. 3 Kelas IV, Tanggal 11-15 Juni 2014- Peserta dari Kec. Pohjentrek dan Kec. Gondangwetan
- Tahap 2 Gel. 1 Kelas II, Tanggal 16-20 Juni 2014-Peserta dari Kec. Pohjentrek dan Kec. Gondangwetan
- Tahap 2 Gel. 2 Kelas V, Tanggal 21-25Juni 2014-Peserta dari Kec. Pohjentrek dan Kec. Gondangwetan
Pelatihan Kurikulum 2013 bagi Guru Sasaran kelas 1 gelombang 2 Tahun Anggaran 2014 yang dilaksanakan di TPK SDN Warungdowo I Kec. Pohjentrek dilaksanakan pada tanggal 06 s/d 10 Juni 2014.
Peserta dalam pelatihan tersebut sejumlah 40 Guru Sasasaran SD yang berada di Kec. Pohjentrek dan Kec. Gondangwetan.
Selamat Datang Bagi Peserta Pelatihan Kurikulum 2013 GS SD
Sambutan Ketua Panitia
Sambutan dari Pengawas SD/MI Kec. Pohjentrek
Peserta Mengerjakan Pre Test
Kerja Kelompok
IN Menilai Hasil Tugas Peserta
IN Memandu Peserta dalam pembuatan RPP
Peserta membuat RPP
Pada hari ke-5 Bapak Kepala Dinas Pendidikan Kab. Pasuruan Bapak Drs. H. Iswahyudi, M.Pd meninjau Pelatihan Kurikulum 2013 Bagi Guru Sasaran SD Kelas 1 di SDN Warungdowo I.
Jadwal tahap berikutnya sebagai berikut di TPK SDN Warungdowo I :
- Tahap 1 Gel. 3 Kelas IV, Tanggal 11-15 Juni 2014- Peserta dari Kec. Pohjentrek dan Kec. Gondangwetan
- Tahap 2 Gel. 1 Kelas II, Tanggal 16-20 Juni 2014-Peserta dari Kec. Pohjentrek dan Kec. Gondangwetan
- Tahap 2 Gel. 2 Kelas V, Tanggal 21-25Juni 2014-Peserta dari Kec. Pohjentrek dan Kec. Gondangwetan
Kamis, 01 Mei 2014
HARDIKNAS 2014
Hari Pendidikan Nasional, disingkat HARDIKNAS, adalah hari yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia untuk memperingati kelahiran Ki Hadjar Dewantara, tokoh pelopor pendidikan di Indonesia dan pendiri lembaga pendidikan Taman Siswa, diperingati pada tanggal 2 Mei setiap tahunnya
Hari Pendidikan Nasional diperingati setiap tanggal 2 Mei, bertepatan dengan hari ulang tahun Ki Hadjar Dewantara, pahlawan nasional yang dihormati sebagai bapak pendidikan nasional di Indonesia. Ki Hadjar Dewantara lahir dari keluarga kaya Indonesia selama era kolonialisme Belanda, ia dikenal karena berani menentang kebijakan pendidikan pemerintah Hindia Belanda pada masa itu, yang hanya memperbolehkan anak-anak kelahiran Belanda atau orang kaya yang bisa mengenyam bangku pendidikan.[2]
Kritiknya terhadap kebijakan pemerintah kolonial menyebabkan ia diasingkan ke Belanda, dan ia kemudian mendirikan sebuah lembaga pendidikan bernama Taman Siswa setelah kembali ke Indonesia. Ki Hadjar Dewantara diangkat sebagai menteri pendidikan setelah kemerdekaan Indonesia. Filosofinya, tut wuri handayani ("di belakang memberi dorongan"), digunakan sebagai semboyan dalam dunia pendidikan Indonesia. Ia wafat pada tanggal 26 April 1959. Untuk menghormati jasa-jasanya terhadap dunia pendidikan Indonesia, pemerintah Indonesia menetapkan tanggal kelahirannya sebagai Hari Pendidikan Nasional.
Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Hari_Pendidikan_Nasional
Hari Pendidikan Nasional diperingati setiap tanggal 2 Mei, bertepatan dengan hari ulang tahun Ki Hadjar Dewantara, pahlawan nasional yang dihormati sebagai bapak pendidikan nasional di Indonesia. Ki Hadjar Dewantara lahir dari keluarga kaya Indonesia selama era kolonialisme Belanda, ia dikenal karena berani menentang kebijakan pendidikan pemerintah Hindia Belanda pada masa itu, yang hanya memperbolehkan anak-anak kelahiran Belanda atau orang kaya yang bisa mengenyam bangku pendidikan.[2]
Kritiknya terhadap kebijakan pemerintah kolonial menyebabkan ia diasingkan ke Belanda, dan ia kemudian mendirikan sebuah lembaga pendidikan bernama Taman Siswa setelah kembali ke Indonesia. Ki Hadjar Dewantara diangkat sebagai menteri pendidikan setelah kemerdekaan Indonesia. Filosofinya, tut wuri handayani ("di belakang memberi dorongan"), digunakan sebagai semboyan dalam dunia pendidikan Indonesia. Ia wafat pada tanggal 26 April 1959. Untuk menghormati jasa-jasanya terhadap dunia pendidikan Indonesia, pemerintah Indonesia menetapkan tanggal kelahirannya sebagai Hari Pendidikan Nasional.
Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Hari_Pendidikan_Nasional
Jumat, 25 April 2014
Lomba Kreatifitas Siswa SD Kab. Pasuruan 2014
Lomba BINA KREATIFITAS SISWA SD dalam Rangka Hari Anak Nasional Tahun 2014.
Dilaksanakan tanggal 26 April 2014 berlokasi di SD Negeri Warungdowo I Kec. Pohjentrek Kab. Pasuruan. Diikuti oleh 24 Kecamatan se-Kabupaten Pasuruan
Ada 8 Lomba :
1. Lomba Menyanyi Tunggal
2. Lomba Cipta Puisi
2. Lomba Cipta Puisi
3. Lomba Kriya Anyam
4. Lomba Membatik
5. Lomba Pantomim
6. Lomba Pidato Bahasa Indonesia
7. Lomba Seni Lukis
8. Lomba Gambar Bercerita
Sebelum Acara dimulai digelar pra acara dengan Seni Samroh dan Hadrah dari SDN Pleret II Kec. Pohjentrek
Kedatangan Bapak Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan beserta rombongan disambung oleh Bapak dan Ibu Kepala Sekolah, Pengawas dan Guru serta Pengalungan Surban oleh murid SDN Warungdowo I kepada Bapak Kepala dan Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan.
Setelah Bapak Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan sudah menampati tempat yang disediakan, disuguhkan pertunjukan tarian Remo oleh Siswa SDN Warungdowo I
Setelah Tari Remo dilanjutkan dengan Sambutan dari Bapak Camat Kecamatan Pohjentrek Kabupaten Pasuruan.
Sambutan dari kabid PAUDNI Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan
Sambutan Bapak Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan Bapak Drs. H. ISWAHYUDI, M.Pd
PEMBUKAAN LOMBA BINA KREATIFITAS SD dalam RANGKA HARI ANAK NASIONAL
ditandai dengan Pemukulan Gong Oleh Bapak Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan

Minggu, 20 April 2014
Hari Kartini
Sejarah Hari Kartini
Raden Adjeng Kartini atau sebenarnya lebih tepat disebut Raden Ayu
Kartini, (lahir di Jepara, Jawa Tengah, 21 April 1879 – meninggal di
Rembang, Jawa Tengah, 17 September 1904 pada umur 25 tahun) adalah
seorang tokoh Jawa dan Pahlawan Nasional Indonesia. Kartini dikenal
sebagai pelopor kebangkitan perempuan pribumi. Raden Adjeng Kartini
adalah seseorang dari kalangan priyayi atau kelas bangsawan Jawa, putri
Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, bupati Jepara. Ia adalah putri
dari istri pertama, tetapi bukan istri utama. Ibunya bernama M.A.
Ngasirah, putri dari Nyai Haji Siti Aminah dan Kyai Haji Madirono,
seorang guru agama di Telukawur, Jepara.
Ayah Kartini pada mulanya adalah seorang wedana di Mayong. Peraturan
kolonial waktu itu mengharuskan seorang bupati beristerikan seorang
bangsawan. Karena M.A. Ngasirah bukanlah bangsawan tinggi, maka ayahnya
menikah lagi dengan Raden Adjeng Woerjan (Moerjam), keturunan langsung
Raja Madura. Setelah perkawinan itu, maka ayah Kartini diangkat menjadi
bupati di Jepara menggantikan kedudukan ayah kandung R.A. Woerjan,
R.A.A. Tjitrowikromo.
Kartini adalah anak ke-5 dari 11 bersaudara kandung dan tiri. Dari kesemua saudara sekandung, Kartini adalah anak perempuan tertua. Kakeknya, Pangeran Ario Tjondronegoro IV, diangkat bupati dalam usia 25 tahun. Kakak Kartini, Sosrokartono, adalah seorang yang pintar dalam bidang bahasa. Sampai usia 12 tahun, Kartini diperbolehkan bersekolah di ELS (Europese Lagere School). Di sini antara lain Kartini belajar bahasa Belanda. Tetapi setelah usia 12 tahun, ia harus tinggal di rumah karena sudah bisa dipingit.
Kartini adalah anak ke-5 dari 11 bersaudara kandung dan tiri. Dari kesemua saudara sekandung, Kartini adalah anak perempuan tertua. Kakeknya, Pangeran Ario Tjondronegoro IV, diangkat bupati dalam usia 25 tahun. Kakak Kartini, Sosrokartono, adalah seorang yang pintar dalam bidang bahasa. Sampai usia 12 tahun, Kartini diperbolehkan bersekolah di ELS (Europese Lagere School). Di sini antara lain Kartini belajar bahasa Belanda. Tetapi setelah usia 12 tahun, ia harus tinggal di rumah karena sudah bisa dipingit.
Karena Kartini bisa berbahasa Belanda, maka di rumah ia mulai belajar
sendiri dan menulis surat kepada teman-teman korespondensi yang berasal
dari Belanda. Salah satunya adalah Rosa Abendanon yang banyak
mendukungnya. Dari buku-buku, koran, dan majalah Eropa, Kartini tertarik
pada kemajuan berpikir perempuan Eropa. Timbul keinginannya untuk
memajukan perempuan pribumi, karena ia melihat bahwa perempuan pribumi
berada pada status sosial yang rendah.
Kartini banyak membaca surat kabar Semarang De Locomotief yang diasuh
Pieter Brooshooft, ia juga menerima leestrommel (paket majalah yang
diedarkan toko buku kepada langganan). Di antaranya terdapat majalah
kebudayaan dan ilmu pengetahuan yang cukup berat, juga ada majalah
wanita Belanda De Hollandsche Lelie. Kartini pun kemudian beberapa kali
mengirimkan tulisannya dan dimuat di De Hollandsche Lelie. Dari
surat-suratnya tampak Kartini membaca apa saja dengan penuh perhatian,
sambil membuat catatan-catatan. Kadang-kadang Kartini menyebut salah
satu karangan atau mengutip beberapa kalimat.
Perhatiannya tidak hanya semata-mata soal emansipasi wanita, tapi
juga masalah sosial umum. Kartini melihat perjuangan wanita agar
memperoleh kebebasan, otonomi dan persamaan hukum sebagai bagian dari
gerakan yang lebih luas. Di antara buku yang dibaca Kartini sebelum
berumur 20, terdapat judul Max Havelaar dan Surat-Surat Cinta karya
Multatuli, yang pada November 1901 sudah dibacanya dua kali. Lalu De
Stille Kraacht (Kekuatan Gaib) karya Louis Coperus. Kemudian karya Van
Eeden yang bermutu tinggi, karya Augusta de Witt yang sedang-sedang
saja, roman-feminis karya Nyonya Goekoop de-Jong Van Beek dan sebuah
roman anti-perang karangan Berta Von Suttner, Die Waffen Nieder
(Letakkan Senjata). Semuanya berbahasa Belanda.
Oleh orangtuanya, Kartini disuruh menikah dengan bupati Rembang,
K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat, yang sudah pernah
memiliki tiga istri. Kartini menikah pada tanggal 12 November 1903.
Suaminya mengerti keinginan Kartini dan Kartini diberi kebebasan dan
didukung mendirikan sekolah wanita di sebelah timur pintu gerbang
kompleks kantor kabupaten Rembang, atau di sebuah bangunan yang kini
digunakan sebagai Gedung Pramuka. Anak pertama dan sekaligus
terakhirnya, RM Soesalit, lahir pada tanggal 13 September 1904. Beberapa
hari kemudian, 17 September 1904, Kartini meninggal pada usia 25 tahun.
Kartini dimakamkan di Desa Bulu, Kecamatan Bulu, Rembang
Presiden Soekarno mengeluarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia No.108
Tahun 1964, tanggal 2 Mei 1964, yang menetapkan Kartini sebagai
Pahlawan Kemerdekaan Nasional sekaligus menetapkan hari lahir Kartini,
tanggal 21 April, untuk diperingati setiap tahun sebagai hari besar yang
kemudian dikenal sebagai Hari Kartini.
Sumber: Haxims.blogspot
Jumat, 11 April 2014
Seleksi Lomba Kreatifitas Siswa dan Hari Anak Nasional tingkat kecamatan Pohjentrek di laksanakan hari sabtu tanggal 12 April 2014 di SDN Warungdowo I.
Menyanyi Tunggal
Keyboardist
Cipta dan Baca Puisi
Gambar Bercerita
Melukis
Kriya Anyam
Pidato
Langganan:
Postingan (Atom)





