Hari Pendidikan Nasional, disingkat HARDIKNAS, adalah hari yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia untuk memperingati kelahiran Ki Hadjar Dewantara, tokoh pelopor pendidikan di Indonesia dan pendiri lembaga pendidikan Taman Siswa, diperingati pada tanggal 2 Mei setiap tahunnya
Hari Pendidikan Nasional diperingati setiap tanggal 2 Mei, bertepatan dengan hari ulang tahun Ki Hadjar Dewantara, pahlawan nasional yang dihormati sebagai bapak pendidikan nasional di Indonesia. Ki Hadjar Dewantara lahir dari keluarga kaya Indonesia selama era kolonialisme Belanda, ia dikenal karena berani menentang kebijakan pendidikan pemerintah Hindia Belanda pada masa itu, yang hanya memperbolehkan anak-anak kelahiran Belanda atau orang kaya yang bisa mengenyam bangku pendidikan.[2]
Kritiknya terhadap kebijakan pemerintah kolonial menyebabkan ia
diasingkan ke Belanda, dan ia kemudian mendirikan sebuah lembaga
pendidikan bernama Taman Siswa setelah kembali ke Indonesia. Ki Hadjar Dewantara diangkat sebagai menteri pendidikan setelah kemerdekaan Indonesia. Filosofinya, tut wuri handayani
("di belakang memberi dorongan"), digunakan sebagai semboyan dalam
dunia pendidikan Indonesia. Ia wafat pada tanggal 26 April 1959. Untuk
menghormati jasa-jasanya terhadap dunia pendidikan Indonesia, pemerintah
Indonesia menetapkan tanggal kelahirannya sebagai Hari Pendidikan
Nasional.
Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Hari_Pendidikan_Nasional
Jl. Raya Warungdowo Kec. Pohjentrek Kab. Pasuruan NPSN : 20519265 NSS : 101051917004 TELP : 0343 425 332
Kamis, 01 Mei 2014
Jumat, 25 April 2014
Lomba Kreatifitas Siswa SD Kab. Pasuruan 2014
Lomba BINA KREATIFITAS SISWA SD dalam Rangka Hari Anak Nasional Tahun 2014.
Dilaksanakan tanggal 26 April 2014 berlokasi di SD Negeri Warungdowo I Kec. Pohjentrek Kab. Pasuruan. Diikuti oleh 24 Kecamatan se-Kabupaten Pasuruan
Ada 8 Lomba :
1. Lomba Menyanyi Tunggal
2. Lomba Cipta Puisi
2. Lomba Cipta Puisi
3. Lomba Kriya Anyam
4. Lomba Membatik
5. Lomba Pantomim
6. Lomba Pidato Bahasa Indonesia
7. Lomba Seni Lukis
8. Lomba Gambar Bercerita
Sebelum Acara dimulai digelar pra acara dengan Seni Samroh dan Hadrah dari SDN Pleret II Kec. Pohjentrek
Kedatangan Bapak Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan beserta rombongan disambung oleh Bapak dan Ibu Kepala Sekolah, Pengawas dan Guru serta Pengalungan Surban oleh murid SDN Warungdowo I kepada Bapak Kepala dan Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan.
Setelah Bapak Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan sudah menampati tempat yang disediakan, disuguhkan pertunjukan tarian Remo oleh Siswa SDN Warungdowo I
Setelah Tari Remo dilanjutkan dengan Sambutan dari Bapak Camat Kecamatan Pohjentrek Kabupaten Pasuruan.
Sambutan dari kabid PAUDNI Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan
Sambutan Bapak Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan Bapak Drs. H. ISWAHYUDI, M.Pd
PEMBUKAAN LOMBA BINA KREATIFITAS SD dalam RANGKA HARI ANAK NASIONAL
ditandai dengan Pemukulan Gong Oleh Bapak Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan

Minggu, 20 April 2014
Hari Kartini
Sejarah Hari Kartini
Raden Adjeng Kartini atau sebenarnya lebih tepat disebut Raden Ayu
Kartini, (lahir di Jepara, Jawa Tengah, 21 April 1879 – meninggal di
Rembang, Jawa Tengah, 17 September 1904 pada umur 25 tahun) adalah
seorang tokoh Jawa dan Pahlawan Nasional Indonesia. Kartini dikenal
sebagai pelopor kebangkitan perempuan pribumi. Raden Adjeng Kartini
adalah seseorang dari kalangan priyayi atau kelas bangsawan Jawa, putri
Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, bupati Jepara. Ia adalah putri
dari istri pertama, tetapi bukan istri utama. Ibunya bernama M.A.
Ngasirah, putri dari Nyai Haji Siti Aminah dan Kyai Haji Madirono,
seorang guru agama di Telukawur, Jepara.
Ayah Kartini pada mulanya adalah seorang wedana di Mayong. Peraturan
kolonial waktu itu mengharuskan seorang bupati beristerikan seorang
bangsawan. Karena M.A. Ngasirah bukanlah bangsawan tinggi, maka ayahnya
menikah lagi dengan Raden Adjeng Woerjan (Moerjam), keturunan langsung
Raja Madura. Setelah perkawinan itu, maka ayah Kartini diangkat menjadi
bupati di Jepara menggantikan kedudukan ayah kandung R.A. Woerjan,
R.A.A. Tjitrowikromo.
Kartini adalah anak ke-5 dari 11 bersaudara kandung dan tiri. Dari kesemua saudara sekandung, Kartini adalah anak perempuan tertua. Kakeknya, Pangeran Ario Tjondronegoro IV, diangkat bupati dalam usia 25 tahun. Kakak Kartini, Sosrokartono, adalah seorang yang pintar dalam bidang bahasa. Sampai usia 12 tahun, Kartini diperbolehkan bersekolah di ELS (Europese Lagere School). Di sini antara lain Kartini belajar bahasa Belanda. Tetapi setelah usia 12 tahun, ia harus tinggal di rumah karena sudah bisa dipingit.
Kartini adalah anak ke-5 dari 11 bersaudara kandung dan tiri. Dari kesemua saudara sekandung, Kartini adalah anak perempuan tertua. Kakeknya, Pangeran Ario Tjondronegoro IV, diangkat bupati dalam usia 25 tahun. Kakak Kartini, Sosrokartono, adalah seorang yang pintar dalam bidang bahasa. Sampai usia 12 tahun, Kartini diperbolehkan bersekolah di ELS (Europese Lagere School). Di sini antara lain Kartini belajar bahasa Belanda. Tetapi setelah usia 12 tahun, ia harus tinggal di rumah karena sudah bisa dipingit.
Karena Kartini bisa berbahasa Belanda, maka di rumah ia mulai belajar
sendiri dan menulis surat kepada teman-teman korespondensi yang berasal
dari Belanda. Salah satunya adalah Rosa Abendanon yang banyak
mendukungnya. Dari buku-buku, koran, dan majalah Eropa, Kartini tertarik
pada kemajuan berpikir perempuan Eropa. Timbul keinginannya untuk
memajukan perempuan pribumi, karena ia melihat bahwa perempuan pribumi
berada pada status sosial yang rendah.
Kartini banyak membaca surat kabar Semarang De Locomotief yang diasuh
Pieter Brooshooft, ia juga menerima leestrommel (paket majalah yang
diedarkan toko buku kepada langganan). Di antaranya terdapat majalah
kebudayaan dan ilmu pengetahuan yang cukup berat, juga ada majalah
wanita Belanda De Hollandsche Lelie. Kartini pun kemudian beberapa kali
mengirimkan tulisannya dan dimuat di De Hollandsche Lelie. Dari
surat-suratnya tampak Kartini membaca apa saja dengan penuh perhatian,
sambil membuat catatan-catatan. Kadang-kadang Kartini menyebut salah
satu karangan atau mengutip beberapa kalimat.
Perhatiannya tidak hanya semata-mata soal emansipasi wanita, tapi
juga masalah sosial umum. Kartini melihat perjuangan wanita agar
memperoleh kebebasan, otonomi dan persamaan hukum sebagai bagian dari
gerakan yang lebih luas. Di antara buku yang dibaca Kartini sebelum
berumur 20, terdapat judul Max Havelaar dan Surat-Surat Cinta karya
Multatuli, yang pada November 1901 sudah dibacanya dua kali. Lalu De
Stille Kraacht (Kekuatan Gaib) karya Louis Coperus. Kemudian karya Van
Eeden yang bermutu tinggi, karya Augusta de Witt yang sedang-sedang
saja, roman-feminis karya Nyonya Goekoop de-Jong Van Beek dan sebuah
roman anti-perang karangan Berta Von Suttner, Die Waffen Nieder
(Letakkan Senjata). Semuanya berbahasa Belanda.
Oleh orangtuanya, Kartini disuruh menikah dengan bupati Rembang,
K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat, yang sudah pernah
memiliki tiga istri. Kartini menikah pada tanggal 12 November 1903.
Suaminya mengerti keinginan Kartini dan Kartini diberi kebebasan dan
didukung mendirikan sekolah wanita di sebelah timur pintu gerbang
kompleks kantor kabupaten Rembang, atau di sebuah bangunan yang kini
digunakan sebagai Gedung Pramuka. Anak pertama dan sekaligus
terakhirnya, RM Soesalit, lahir pada tanggal 13 September 1904. Beberapa
hari kemudian, 17 September 1904, Kartini meninggal pada usia 25 tahun.
Kartini dimakamkan di Desa Bulu, Kecamatan Bulu, Rembang
Presiden Soekarno mengeluarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia No.108
Tahun 1964, tanggal 2 Mei 1964, yang menetapkan Kartini sebagai
Pahlawan Kemerdekaan Nasional sekaligus menetapkan hari lahir Kartini,
tanggal 21 April, untuk diperingati setiap tahun sebagai hari besar yang
kemudian dikenal sebagai Hari Kartini.
Sumber: Haxims.blogspot
Jumat, 11 April 2014
Seleksi Lomba Kreatifitas Siswa dan Hari Anak Nasional tingkat kecamatan Pohjentrek di laksanakan hari sabtu tanggal 12 April 2014 di SDN Warungdowo I.
Menyanyi Tunggal
Keyboardist
Cipta dan Baca Puisi
Gambar Bercerita
Melukis
Kriya Anyam
Pidato
Minggu, 06 April 2014
PRESTASI
Penghargaan diberikan kepada Regu Pramuka Putra dan Putri SDN Warungdowo I yang diberikan kepada perwakilan ketua regu dengan keikutsertaan pada Lomba Pramuka di SMA 1 Kejayan pada hari minggu 31 Maret 2014.
Pemberian Trofi dan Penghargaan biaya dari SSC karena menjadi Juara II dan III pada Olimpiade Saint dan Matematika 2014 SD Se-Kota Pasuruan yang diadakan Lembaga Bimbingan Belajar SSC yang diadakan pada hari 31 Maret 2014 Siswa dan Siswa SDN Warungdowo meraih juara II dan III.
Pemberian Trofi dan Penghargaan biaya dari SSC karena menjadi Juara II dan III pada Olimpiade Saint dan Matematika 2014 SD Se-Kota Pasuruan yang diadakan Lembaga Bimbingan Belajar SSC yang diadakan pada hari 31 Maret 2014 Siswa dan Siswa SDN Warungdowo meraih juara II dan III.
Jumat, 28 Maret 2014
Kegiatan Hari Sabtu
Kegiatan pada hari sabtu tanggal 29 Maret 2014 :
Rapat walimurid kelas VI untuk sosialisasi persiapan ujian sekolah tahun pelajaran 2013/2014
yang dihadiri Kepala Sekolah, Guru Kelas VI dan Wali Murid kelas VI
PKL Bapak Ibu pengawas Akreditasi
Rapat walimurid kelas VI untuk sosialisasi persiapan ujian sekolah tahun pelajaran 2013/2014
yang dihadiri Kepala Sekolah, Guru Kelas VI dan Wali Murid kelas VI
PKL Bapak Ibu pengawas Akreditasi
Kamis, 11 Oktober 2012
Contact
SDN Warungdowo I terletak di Desa Warungdowo Kecamatan Pohjentrek Kabupaten Pasuruan, jalan raya warungdowo No. 02
No. Telp : ( 0343 ) 425 332
E-mail : sdnwarungdowo@gmail.com
Facebook : http://www.facebook.com/sdnwarungdowo1
Letak koordinat klik disini
No. Telp : ( 0343 ) 425 332
E-mail : sdnwarungdowo@gmail.com
Facebook : http://www.facebook.com/sdnwarungdowo1
Letak koordinat klik disini
Langganan:
Postingan (Atom)






